Mengenal Perbatasan Lintas Negara Antara Iran dan Pakistan

Mengenal Perbatasan Lintas Negara Antara Iran dan Pakistan

Mengenal Perbatasan Lintas Negara Antara Iran dan Pakistan – Perbatasan merupakan garis khayalan yang memisahkan antara dua atau lebih wilayah politik maupun yuridiksi. Baik itu dalam sebuah negara, negara bagian, hingga wilayah subnasional. Lantas, apa yang dimaksud dengan perbatasan lintas negara Iran dan juga Pakistan? Ketahui lebih lanjut pada penjelasan di bawah ini.

Pengertian Perbatasan Lintas Negara Iran – Pakistan

Iranianalliances – Perbatasan lintas negara antara Iran dan juga Pakistan merupakan perbatasan internasional antara negara Iran dan juga Pakistan. Setidaknya, sejak tahun 2007, Negara Iran sudah membangun perbatasan sebagai ganti pagar pembatas dahulu yang sudah mulai lusuh. Hal ini dilakukan di Provinsi Balochistan, Pakistan serta Provinsi Sistan dan Baluchestan di Iran.

Perbatasan ini akan dimulai pada titik tripel dengan Negara Afghanistan yang ada di Gunung Kuh-i-Malik Salih. Selanjutnya, perbatasan tersebut mengikuti garis lurus menuju arah tenggara, aliran musiman, serangkaian pegunungan, serta Sungai Tahlab yang ada di barat daya menuju danau Hamun-e Mashkel.
Nantinya, perbatasan tersebut akan membelok tajam ke Selatan lewat serangkaian garis lurus. Setelah itu, menuju ke arah timur sepanjang beberapa gunung lalu mengarah ke Sungai Mashkil. Yakni mengikuti arah selatan sebelum menuju Sungai Nahang yang mengikuti arah bagian barat.

Pada perbatasan tersebut sendiri terus dilakukan meninggalkan Sungai Nahang selanjutnya membentang lewat berbagai pegunungan serta segmen garis lurus ke arah selatan yakni Teluk Gwadar yang ada di Teluk Oman.

Mengenal Perbatasan Lintas Negara Antara Iran dan Pakistan

Dinding Pembatas Perbatasan Iran – Pakistan

Setidaknya, dinding beton dengan ketebalan 3 ft atau sekitar 91,4 cm dan setinggi 10 ft atau sekitar 3,05 m sudah dibentang sejauh 700 km dari arah Mand hingga Taftan. Tidak tanggung-tanggung, perbatasan tersebut bahkan sudah diperkaya dengan batang baja. Proyek ini sendiri dibangun mencakup batu besar, parit, hingga tanggul tanah yang cukup dalam demi menghalangi adanya penyeberangan ilegal yang merugikan.

Tidak hanya itu saja, pembangunan pembatas tersebut juga ditujuan untuk menghindari adanya penyelundupan obat bius ke Negara Iran. Untuk wilayah perbatasannya sendiri bahkan sudah dilengkapi dengan menara observasi polisi serta benteng-benteng khusus untuk pasukan bersenjata.

Perlu diketahui, bahwa Pakistan dan Iran sendiri tidak mempunyai sengketa perbatasan atau klaim irredentist yang lainnya. Bahkan Kementerian Luar Negeri Pakistan juga sudah mengatakan bahwa negara tersebut tidak mempunyai reservasi karena Negara Iran membangun pagar di wilayahnya.

Pembatas perbatasan yang dibangun tersebut juga menjadi respon tersendiri atas adanya serangan teror. Terutama teror yang terjadi di kota wilayah perbatasan Iran Zahedan. Adanya teror yang terjadi pada tanggal 17 Februari 2007 tersebut menewaskan 13 orang. Diantaranya yakni 9 Pengawal Revolusi Iran.
Akan tetapi, juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan yang bernama Tasnim Aslam membantah adanya hubungan antar pagar pembatas dengan ledakan bom atau teror yang terjadi. Ia juga menyatakan bahwa Iran tidak menyalahkan insiden yang sudah terjadi tersebut di Negara Pakistan.

Baca juga : Pentingnya Kerjasama Antar Negara di Wilayah Perbatasan Iran

Alasan Dibangunnya Pembatas Perbatasan

Perlu diketahui bahwa Kementerian Luar Negeri Pakistan sudah menyatakan bahwa Negara Iran mempunyai hak untuk mendirikan dinding atau pagar perbatasan yang ada di wilayahnya. Hanya saja, perlawanan terhadap pembangunan dinding ini sendiri dimunculkan pada Majelis Provinsi Balochistan. Dinding tersebut dikatakan akan menciptakan berbagai masalah yang besar terutama pada penduduk yang ada di Baloch dimana tanah tersebut mengitari wilayah perbatasan.

Selain itu, masyarakat akan menjadi terbagi lagi baik secara sosial maupun secara politik. Tidak lain yakni dengan adanya kegiatan sosial dan perdagangan yang secara serius menjadi terhambat. Dalam hal ini, Kachkol Ali sebagai pemimpin oposisi menegaskan bahwa baik pemerintah Iran maupun Pakistan tidak mengambil kepercayaan Baloch atas masalah tersebut.

Ia juga menuntut agar pembangunan dinding pembatas yang dilakukan segera dihentikan. Kachkol juga mengatakan bahwa ia akan mengajukan banding ke komunitas internasional dengan tujuan yakni membantu penduduk Baloch.